IBUKOTA YANG KATANYA TUJUAN MENGADU NASIB
MACET
BANJIR
PANAS
RAMAI
PENGAP
ASAP
DEBU
Kata-kata diatas menyelimuti dan menemani kesan pertama para pendatang baru yang datang ke Ibukota Negara Republik Negara Indonesia ini. Memang aneh, rakyat Jakarta yang katanya dihuni oleh penduduk aslinya yaitu suku Betawi-- kini didominasi bahkan diambil alih oleh suku-suku lain termasuk Jawa, Melayu, dan lain sebagainya. Bukan saya rasis, Jakarta berhak dipijak oleh siapapun bahkan apapun. Hanya saja, para rakyat urbanisasi lah salah satu penyebab utama Jakarta terkenal macet. Dirasa cukup berabstraksi, mari lanjut bercerita. Ibu saya melahirkan saya di Ibukota Negara Republik Indonesia, menjadikan Jakarta sebagai ibu dari ibu kandung anak cilik bernama Muhammad Thirafi Rabbani pada 1 September 1999. Dirasa tidak penting, memang. Maka, inilah Jakarta. Jakarta memiliki kekhasan yang banyak. Saya akan mencoba menceritakan setidaknya 3 diantara itu semua, yaitu; kue rangi, kota tua Jakarta, palang pintu. 1. Kue rangi
Jika membahas soal kuliner, saya sangatlah bahagia. Layaknya manusia pada umumnya, saya membutuhkan makanan-- terutama makanan yang enak. Kue rangi, atau juga disebut sagu rangi, adalah salah satu kue tradisional Betawi. Kue ini terbuat dari campuran tepung kanji (orang Betawi biasa menyebutnya tepung sagu) dengan kelapa parut yang dipanggang dengan cetakan khusus di atas tungku kecil. Kue rangi disajikan dengan olesan gula merah yang dikentalkan dengan sedikit tepung kanji. Agar berbau harum dan menggugah selera, gula cair kental ini adakalanya dicampuri dengan potongan nangka, nanas atau durian. Kue rangi rasanya gurih dan beraroma wangi karena dimasak dengan cara dipanggang menggunakan bahan bakar kayu. Cetakan kue rangi mirip dengan cetakan kue pancong atau bandros tetapi ukurannya lebih kecil. Beberapa pedagang kecil membuat kue rangi tanpa menggunakan cetakan kue, jadi hanya dikecilkan dan ditipiskan ukurannya. Bahan utama untuk membuat kue rangi antara lain: kelapa tua, tepung kanji atau tapioka, serta sedikit garam dan air. Adonan bahan kue ini tidak dapat bertahan lama karena mudah basi, sehingga harus dihabiskan dalam waktu satu hari. 2. Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah. 3. Palang Pintu Palang Pintu adalah tradisi berkelahi silat dan adu pantun antara wakil dari pengantin wanita dan pengantin pria. Budaya ini biasanya selalu ada di akad nikah orang Betawi. Untuk lebih jelasnya video dibawah :

Komentar